1.Peranakan Etawa (PE)

Peranakan Etawa (PE)

Kambing peranakan etawa (PE) ialah salah satu kambing perah yang didapat dari persilangan jenis antara kambing etawa (jamnampari) yang berasal dari India dengan kambing yang lokal, yaitu kambing kacang.

Pada awalnya kambing PE adalah kambing perah unggulan yang sangat dibudidayakan, terlebih kambing ini ialah kambing yang didapat oleh anak negeri. Dan kini, kambing PE banyak ditemui di berbagai sentra budidaya kambing perah, contohnya pada daerah Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kulonprogo, dan juga daerah-daerah lainnya.

Ciri khas dari kambing PE bisa dikenali dengan garis ataupun juga memiliki bentuk mukanya yang cembung. Kambing PE jantan dan betina memiliki tanduk yang kecil. Bulu kambing ini mempunyai warna kombinasi hitam dan putih ataupun ada yang putih dan cokelat. Kambing PE  dapat produksi 1,5—2 liter susu sekitar per hari gunakan periode laktasi juga sekitar kurang lebih 175—287 hari. Jadi, pada saat periode laktasi, kambing ini dapat hasilkan susu sebanyak kurang lebih 262,5—574 liter.

2.Saanen

Saanen

Saanen ialah  kambing perah yang salah satunya berasal dari Lembah Saanen di Swiss. Kambing saanen bisa dikenali dari ciri-ciri fisik yang memiliki berbadan kecil, betis tipis, bulu tipis, leher panjang, dan terkadang juga ada gelambir terletak pada leher di bagian bawah rahang. Bulu kambing saneen memiliki warna putih atau pun krem.

Kambing saanen bisa hasilkan susu sekitar kurang lebih 3,8 liter per hari dengan masa laktasi selama 275—300 hari. Oleh karena itu, pada satu periode, saanen dapat hasilkan sekitar 1.045—1.140 liter susu.

3.Sapera atau Basari

Sapera ialah kepanjangan dari saanen peranakan etawa. Kambing ini adalah hasil dari persilangan antara jenis-jenis saanen dan kambing PE. Nama lain dari kambing ini ialah basari, sesuai gunakan nama seseorang yang berhasil yang menyilangkan perkawinan antara dua jenis kambing yang berbeda-beda. Sapera dapat hasilkan sekitar 3—5 liter susu per hari gunakan masa laktasi yang paling panjang di antara saanen dan PE, merupakan sekitar 1 tahun.

Pada saat ini, sapera jadi kambing perah idola yang memulai dibudidayakan oleh masyarakat dan sentra kambing perah,contohnya daerah  Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, karena pada tingkat produksi susu yang lebih tinggi dibanding dengan jenis kambing perah lainnya.

Baca Juga
Cara Membuat Aneka Kue Basah

4.Kambing Alpen