Klasifikasi dan Ciri Tanaman Sawo

Klasifikasi dan Ciri Tanaman Sawo – Tanaman sawo merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah. Sawo merupakan buah yang cukup populer saat ini karena memiliki banyak kandungan baik untuk tubuh manusia.

Tanaman ini dapat dibudidayakan pada ketinggian 700 mdpl – 1.200 mdpl dengan tipe tanah yang cocok adalah tanah lempung berpasir. Tanaman sawo dapat tumbuh dengan baik pada iklim basah dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun.

Tanaman sawo ini dulunya dikenal dengan nama Achas zapota L. atau Manilkara achras (Mill) Forsberg namun sekarang lebih dikenal dengan nama Manilkara zapote (L.) P. van Royen. Berikut adalah klasifikasi lengkap dari tanaman sawo:

  • Kingdom              : Plantae
  • Subkingdom       : Tracheobionta
  • Super Divisi         : Spermatophyta
  • Divisi                     : Magnoliophyta
  • Kelas                      : Magnoliopsida
  • Sub Kelas             : Dilleniidae
  • Ordo                      : Ebenales
  • Famili                    : Sapotaceae
  • Genus                   : Manilkara
  • Spesies                 : Manilkara kauki

Di Indonesia, terdapat dua jenis tanaman sawo yang banyak dikenal oleh masyarakat, yaitu tanaman sawo kecik dan sawo liar. Selain dari dua jenis tanaman sawo tersebut, ada juga jenis sawo lain yaitu: sawo mentega, sawo manila, dan sawo duren. Saat ini, jenis tanaman sawo yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia adalah sawo liar.

Hal ini dikarenakan sawo liar lebih tahan terhadap cuaca ekstrim dibandingkan dengan sawo kecik. Meskipun begitu, buah sawo liar tidak semanis buah sawo kecik namun memiliki ukuran yang lebih besar.

Buah sawo berbentuk oval atau lonjong, dan umumnya berwarna coklat tua dengan kulit yang kasar dan sedikit berambut. Ukuran buah tergantung dari jenis tanaman sawo, namun umumnya berdiameter sekitar 7cm.

Daging buah sawo umumnya berwarna coklat muda dan dapat mencapai ketebalan 4-5 mm. Di dalam satu buah sawo terdapat banyak biji berwarna hitam yang keras dan pipih.

Selain buahnya, pohon tanaman sawo memiliki kandungan layex yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan permen karet.

Batang tanaman sawo keras dan kuat serta memiliki kerak ketika pergantian kulit. Daun dari tanman sawo adalah daun tidak lengkap, berbentuk meruncing dan ujung daun berebntuk tumpul. Tulang daunnya menyirip dan sedikit berbulu.