Penggunaan Cocopeat Untuk Tanaman

Biasanya media untuk pertumbuhan tanaman dalam budidaya hortikultura tersedia dalam berbagai jenis pilihan. Salah satu media tanam yang sering digunakan yaitu Cocopeat. Cocopeat (coconut: kelapa, peat: gambut atau sabut) sering juga disebut coco fiber (serat sabut) atau coco coir (serbuk sabut). Bahan cocopeat ini terbuat dari kulit aria atau sekam buah kelapa. Umumnya bisa diperoleh dari limbah industri yang menggunakan bahan baku kelapa dalam produk mereka. Yuk simak penggunaan cocopeat untuk tanaman di bawah ini!

Penggunaan Cocopeat untuk Tanaman

5 Cara Membuat Cocopeat Sebagai Media Tanam Organik

Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menggunakan cocopeat ini. Baik untuk digunakan bersama tanah atau berdiri sendiri. Cocopeat ini juga banyak dipilih sebagai pengganti tanah.

Cocopeat mempunyai sifat yang mudah menyerap dan menyimpan air. Cocopeat juga mempunyai pori-pori yang akan memudahkan pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Dengan memiliki kandungan Trichoderma molds-nya, sejenis enzim dari jamur bisa mengurangi penyakit dalam tanah. Dengan demikian, cocopeat bisa menjaga tanah supaya tetap gembur dan subur.

Meski disebut sebagai media tanam alternatif yang berkualitas sebaik tanah, tetapi unsur hara yang ada di tanah, tidak ada padanya. Oleh karena itu, cocopeat juga memerlukan tambahan pupuk sebagai penyubur.

Kelebihan Cocopeat

1. Teksturnya Mirip Tanah

Bentuk dan tekstur dari Cocopeat menyerupai tanah dan butirannya yang halus akan membuat tanaman bisa beradaptasi dengan baik seperti halnya jika ditanam pada tanah. Perbedaan Cocopeat dengan media tanam tanah yaitu terletak pada kandungan nutrisinya dimana Cocopeat tidak mengandung unsur hara seperti tanah. Oleh karena itu untuk menanam tumbuhan dengan Cocopeat, tanaman tidak hanya disiram air tetapi juga dengan larutan nutrisi.

2. Kelebihan Cocopeat yang Bisa Menyerap Air dengan Baik

Cocopeat adalah media tanam yang mempunyai daya serap air yang cukup tinggi dan bisa menyimpan air dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ditampung dalam tanah. Cocopeat bisa menyimpan dan mempertahankan air 10 kali lebih baik dari pada tanah dan hal ini sangat baik tentunya bagi tanaman yang tumbuh dengan sistem hidroponik. Karena bisa menjaga air dengan baik, akar tanaman menjadi tidak mudah kering dan bisa terhidrasi dengan baik.

Baca Juga
Cara Membuat Es Cappucino Cincau Yang Enak dan Mudah

3. Ramah Lingkungan

Karena cocopeat ini berasal dari bahan organik sudah jelas akan sangat ramah lingkungan dan bisa terdegradasi dalam tanah dengan baik jika sudah tidak digunakan. Selain itu Cocopeat juga bisa didaur ulang kembali menjadi media tanam yang baru dan tentunya dengan beberapa proses tertentu.

4. Lebih Tahan Hama

Beberapa jenis hama misalnya hama yang berasal dari tanah tidak suka berada dalam Cocopeat dan hal tersebut tentunya bisa melindungi tanaman dengan lebih baik dan menjaganya dari serangan hama.

5. Lebih Mudah untuk Pemula

Menanam tanaman dengan Cocopeat sangat dianjurkan bagi mereka yang baru saja memulai belajar bercocok tanam secara hidroponik. Cocopeat mudah digunakan ketika pertama kali menanam karena bentuk dan teksturnya seperti tanah.

Kekurangan Cocopeat

Meskipun mempunyai banyak kelebihan, Cocopeat juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak Steril dari Pathogen

Meskipun Cocopeat tidak mengandung hama tetapi tetap saja sebelum digunakan Cocopeat harus disterilkan terlebih dahulu dengan cara mencucinya dan mengeringkannya terlebih dahulu.

2. Kurang Cocok untuk Akar Tanaman yang Tidak Suka Basah

Karena Cocopeat bisa menahan air lebih lama maka media tanam ini lebih baik tidak digunakan untuk menanam tanaman dengan perakaran yang tidak menyukai kondisi basah seperti tanaman kol atau brokoli.

3. Tidak Mengandung Unsur Hara atau Inert

Meskipun bentuk dan teksturnya seperti tanah, ingat bahwa Cocopeat tidak mengandung unsur hara apapun sehingga ketika digunakan sebagai media tanam, perlu menambahkan larutan nutrisi dan suplemen yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Selain bisa diolah menjadi cocopeat, sabut kelapa juga bisa di olah menjadi cocomesh. Cocomesh yaitu jaring-jaring yang terbuat dari sabut kelapa.

Baca Juga
5 Elemen Yang Mempengaruhi Harga Kontainer Pengiriman

Cocomesh ini mempunyai banyak manfaat seperti untuk mencegah erosi, reklamasi bekas tambang atau pantai dan masih banyak lagi. Anda bisa juga belajar membuat cocomesh ini dan menjualnya!

 

Itulah penjelasan mengenai penggunaan cocopeat untuk tanaman, kelebihan dan kekurangannya. Jadi apakah ingin mencoba membuat cocomesh ini?