Pengolahan Limbah Rumah Tangga Bisa Dijadikan Apa Saja?

Limbah dari sektor rumah tangga yang cukup banyak akan sangat berdampak pada lingkungan. Apalagi dengan jumlah penduduk di Indonesia yang lumayan tinggi. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat seharusnya ikut serta berpartisipasi dalam mengurangi sampah.  Berikut ini adalah beberapa cara pengolahan limbah rumah tangga dengan kreatif.

Pengolahan Limbah Rumah Tangga Bisa Dijadikan Apa Saja?

Limbah dari sektor rumah tangga yang cukup banyak akan sangat berdampak pada lingkungan. Apalagi dengan jumlah penduduk di Indonesia yang lumayan tinggi. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat seharusnya ikut serta berpartisipasi dalam mengurangi sampah.  Berikut ini adalah beberapa cara pengolahan limbah rumah tangga dengan kreatif.

Persoalan sampah dan masalah lingkungan memang selalu dialami banyak negara di dunia.Jenis sampah yang cukup banyak jumlahnya adalah limbah rumah tangga. Kita sebagai masyarakat harus bisa menangani hal tersebut tidak lain untuk diri kita sendiri. Lalu bagaimana cara pengolahan limbah rumah tangga untuk mengurangi sampah? Berikut ini ada beberapa cara mengolah sampah yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi limbah rumah tangga.

1. Daur Ulang Barang Bekas

pengolahan limbah rumah tangga

Ada berbagai macam jenis limbah yang dihasilkan dari sektor rumah tangga, namun cara mengatasi limbah juga banyak jika kamu mau untuk berpikir kreatif. Barang-barang yang sudah tidak terpakai dan dibuang juga akan menjadi salah satu penyebab banyaknya limbah rumah tangga yang membahayakan lingkungan sekitar.

Barang-barang bekas ada baiknya tidak langsung kamu buang ke tempat pembuangan sampah. Namun kamu bisa mengolah barang-barang tidak terpakai tersebut, seperti menjadi kursi daur ulang, meja daur ulang, tas daur ulang, tempat pensil, vas bunga, ecobrick, dan kerajinan lainnya yang masih banyak lagi.

2. Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Kompos

pengolahan limbah rumah tangga

Di setiap harinya, pasti ada limbah organik yang dihasilkan oleh sektor rumah tangga. Limbah organik ini mungkin bisa terurai di alam bebas sana. Namun apabila jumlahnya banyak dan tertinggal lama di lingkungan, pastinya akan mengganggu ekosistem lingkungan dan masyarakat.

Sampah organik biasanya akan menghasilkan bau yang tidak mengenakkan. Selain itu, sampah organik juga bisa mengundang banyak lalat yang dapat menyebabkan penyakit dan bisa merusak ekosistem lingkungan. Jadi ada baiknya jika limbah organik kamu diolah dengan benar seperti diolah menjadi pupuk atau kompos.

Selain dapat mengurangi limbah organik yang dapat merusak lingkungan, kamu pastinya akan mendapatkan kompos untuk tanaman di rumah kamu. Bukankah kamu juga bisa mengatasi

Cara yang sangat mudah untuk membantu mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga yaitu dengan memperbanyak tanaman di rumah. Menanam tanaman hias atau tanaman sistem hidroponik dan membuat taman di halaman rumah juga dapat membantu menjaga kondisi udara di sekitar rumah kamu.

Tanaman-tanaman yang ditanam di sekitar rumah dapat mengurangi polusi udara yang mungkin disebabkan oleh aktivitas dari rumah tangga. Selain itu, tanaman juga akan menghasilkan oksigen yang pastinya sangat penting untuk kehidupan.

Baca Juga : Pusat Mesin Usaha Anda

3. Pengolahan Limbah Rumah Tangga Plastik dan Botol Plastik Untuk Dijadikan Ecobrick

Ecobrick berasal dari kata “ecology” yang dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan “ekologi”. Sementara kata “brick” adalah Bahasa Inggris darikata  “bata”. Jadi dapat disimpulkan, ecobrick merupakan bata ramah lingkungan.

Ecobrick dianggap sebagai salah satu cara pengolahan limbah rumah tangga yang mudah dan efisien. Kamu dapat menciptakan susunan bata yang terlihat indah dari sampah plastik dengan cara membuat ecobrick ini.

Langkah-langkah untuk membuat ecobrick sangat mudah. Kamu bisa mengikuti step dibawah ini :

1. Pilah dan Bersihkan Sampah Plastik

Bahan utama yang harus tersedia untuk membuat ecobrick adalah sampah plastik. Jenis sampah plastik yang dimaksud di sini dapat beraneka ragam, mulai dari kemasan deterjen, kemasan minuman, kemasan mie instan, kantong plastik sekali pakai (kresek), hingga dengan bungkus makanan.

Setelah semua sampah plastik terkumpul, cuci bersih semuanya dengan menggunakan sabun atau juga bisa menggunakan deterjen atau sabun pencuci piring. Setelah itu, jemur sampah plastik yang sudah dicuci ini di bawah sinar matahari hingga kering.

2. Siapkan Botol Bekas Air Mineral dalam Jumlah Banyak

Selain sampah plastik, kamu juga harus menyiapkan botol bekas air mineral ukuran 600ml. Botol-botol ini nantinya akan menjadi “bata” dalam kamu membuat ecobrick.

Usahakan untuk mengumpulkan botol-botol bekas air mineral ini sebanyak mungkin agar kamu juga bisa memproduksi bata ramah lingkungan yang banyak.

Botol tersebut tidak perlu kamu cuci jika sudah dalam keadaan bersih. Namun, bagian dalam botol harus tetap kering sebelum diisi dengan sampah plastik.

3. Masukkan Sampah Plastik ke dalam Botol

Sebelum kamu mulai untuk memasukkan sampah plastik ke dalam botol, sediakan terlebih dahulu tongkat yang panjangnya dua kali lipat dari panjang botol air mineral. Tongkat ini nantinya akan kamu pakai untuk mengemas sampah-sampah plastik agar muat dimasukkan ke dalam botol.

Agar lebih mudah dalam memasukkan sampah plastik ke dalam botol, kamu bisa mengguntingnya menjadi beberapa bagian kecil dulu. Atau kamu juga bisa menggunakan mesin pencacah plastik agar lebih mudah dan cepat.

Setelah semua bahan yang kamu butuhkan terlengkapi, kini saatnya kamu memasukkan sampah-sampah plastik yang sudah dibersihkan tadi ke dalam botol bekas air mineral. Supaya dapat menghasilkan ecobrick yang cantik, masukkan plastik secara random supaya tampak berwarna-warni. Isi botol minum dengan sampah plastik sampai semua bagian botol terisi penuh.

4. Padatkan Sampah Plastik

Apabila botol-botol bekas air mineral sudah terisi penuh dengan sampah plastik, ambil tongkat yang tadi sudah disediakan untuk mendorong semua sampah plastik agar padat di dalam botol. Jika masih tersisa rongga udara di dalam botol, isi kembali dengan sampah plastik hingga tidak ada rongga udara yang tersisa. Dorong kembali semua sampah plastik menggunakan tongkat tadi.

5. Susun Semua Ecobrick

Apabila semua ecobrick sudah selesai dibuat, saatnya kamu menyusun ecobrick ini menjadi sebuah benda atau bangunan. Ecobrick bisa dipakai untuk membuat dinding (non-permanen), replika benda (gapura, pohon, dll), meja, kursi, dan pagar mini.

 

Nah, di atas tadi sudah ada beberapa cara pengolahan limbah rumah tangga untuk mengurangi masalah sampah. Selamat berkreativitas!