Jarak Tanam Padi 30×30

Jarak Tanam Padi 30x30

Jarak tanam padi 30×30 ialah tersebut disebut tegel karena penempatannya tersusun, seperti tegel rumah dengan jarak tanam 20 x 20 cm, atau 25 x 25 cm, atau 30 x 30 cm.

Cara menanam padi yang baik dan menguntungkan dan Jarak Tanam Padi 30×30

1. Pilih Benih Padi yang Berkualitas

Pilih Benih Padi Berkualitas

Cara menanam padi yang baik dan menguntungkan perlu dimulai sejak pemilihan benih. Benih padi yang berkualitas ialah hal yang penting jika ingin meningkatkan hasil panen padi. Selanjutnya selain itu, Anda juga perlu memperhatikan kodisi lahan yang sesuai dengan benih padi tersebut.

Beberapa ciri dari beras varietas unggulan antara lain, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, toleran terhadap kondisi lingkungan, dapat menghasilkan panen yang melimpah, dan saat direndam dengan larutan ZA 20 gr, benih tenggelam alias tidak mengapung.

Menyiapkan Lahan

Menyiapkan lahan adalah salah satu komponen terpenting dalam cara menanam padi yang baik dan menguntungkan tersebut. Menyiapkan area kosong di tanah pinggiran kota yang telah diatasi dengan membersihkan rumput liar dan gulma yang mengganggu.

Untuk meningkatkan kesuburan tanah ketika ditanami. Tanah dialiri air sampai gembur dan lunak kemudian bajak menggunakan traktor, lalu genangi air kembali setinggi 5 sampai 10 cm, dan biarkan air menggenang dalam media tanam selama 2 minggu agar racun racun dapat di netralisir oleh udara.

2. Pembibitan dan Penanaman Padi

Pembibitan

Berikutnya adalah proses pembibitan. Setelah menyiapkan lahan, taburkan biji padi berkualitas yang telah melewati pengujian untuk mengukur kualitasnya, rendam selama 2 hari hingga berkecambah.

Lakukan pemupukan pada area persemaian sebelumnya dengan pupuk urea dan sdt, masing-masing 10 gram untuk setiap semester lahan.

Penanaman Padi

Setelah persiapan benih dan lahan telah selesai, maka selanjutnya proses penanaman padi. Usia benih yang sudah dapat dipindahkan adalah sekitar 20 hari, dengan ciri-ciri berdaun 5 sampai 6 helai, tinggi 22 sampai 25 cm, batang bagian bawah besar dan keras, serta terbebas dari serangan hama. Satu lubang tanam hanya untuk 1benih, dengan kedalaman tanam sekitar 2 cm.

Baca Juga
Cara Merawat Sapi Metal dengan Optimal

3. Perawatan dan Pemeliharaan Padi Serta Pemupukan

Perawatan dan Pemeliharaan Padi

Cara menanam padi yang baik dan selanjutnya menguntungkan merawat dan memlihara tanaman padi dengan baik. PTerdapat saat-saat di mana perawatan harus dilakukan dengan cermat karena jika Anda lalai, hasil panen tidak akan memuaskan.

Lebih lengkapnya baca juga mesin penggiling padi

Cara pertama, lakukan penyiangan dalam dua minggu sekali. Selanjutnya, lakukan penyiraman yang cukup untuk mencegah kelebihan atau kekurangan air. Selain itu, lakukan pemupukan setelah 7 15 hari dengan munggunakan pupuk urea dan TSP dengan takaran 100:50 per hektar. Pemupukan dilakukan setelah 25 sampai 30 hari dengan pupuk urea, dan phonska dengan takaran 50:100 per hektar.

Pemupukan

Selanjutnya adalah dengan pemupukan seperti yang telah disinggung sedikit sebelumnya. Tanah yang digunakan terus menerus untuk budidaya maka lambat laun akan kekurangan unsur hara. Salah satu solusi yang dapat Anda lakukan adalah dengan pemberian pupuk, baik itu yang bersifat organik maupun anorganik.

Agar pemakaian pupuk lebih efektif, maka Anda perlu mampu menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta jumlah ketersediaan unsur hara di dalam tanah. Anda juga dapat menggunakan pupuk alami yang dibuat sendiri.

4. Pengendalian Hama dan Proses Panen

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama di sawah pada umumnya yaitu walang sangit, belalang, wereng, dan tikus.Jadi, langkah penting dalam menanam padi yang efisien dan menguntungkan adalah mengatur hama dan penyakit.

Untuk mengendalikan hama dapat digunakan pestisida tetapi lebih baik jangan jika masih ada predator alami bagi hama tersebut. Jika predator alami hama tersebut mulai menjadi masalah, segera hapus dan ganti dengan penggunaan pestisida organik.

Proses Panen

Hasil panen padi tidak akan bermanfaat jika dilakukan dengan tidak teliti, dan seharusnya hanya dilakukan ketika bulir padi sudah cukup matang. Hal tersebut disebabkan karena penen yang dilakukan terlalu berlebihan akan menurunkan kuantitas serta kualitas panen. Berikut ciri-ciri gabah yang sudah siap panen:

  • Daun telah mengering dan 95% gabah sudah berwarna kuning
  • Padi telah berumur 30 sampai 35 hari sejak hari sesudah berbunga, atau tergantung varietas yang anda tanam
  • Gabah mudah rontok apabila diremas dengan tangan
  • Kadar air pada gabah yaitu cuma tersisa 16 sampai 30 %
Baca Juga
Beberapa Manfaat Dari Tempurung Kelapa

Padi atau gabah yang sudah dipanen perlu segera diletakkan di tempat beralas terpal dengan tujuan mengurangi atau menekan penyusutan hasil panen. Setelah itu, Anda bisa memulai langkah memisahkan bulir padi.

Selepas itu, bulir bulir gabah dijemur selama 2 sampai 3 hari agar kadar air semakin berkurang atau mencapai 14% saja. Setelah tahap pengeringan selesai, gabah dapat disimpan di tempat yang bersih dan kering.